JAKARTA – suksesmedia.id – Diabetes merupakan salah satu penyakit yang menjadi momok menakutkan bagi banyak orang. Tak hanya orang tua, kaum muda pun kini juga sudah banyak yang terkena gangguan penyakit seperti diabetes. Diabetes mellitus, atau yang lebih dikenal dengan diabetes, adalah salah satu masalah kesehatan terbesar di dunia saat ini. Penyakit ini terjadi ketika kadar gula darah dalam tubuh berada di atas normal, yang biasanya disebabkan oleh gangguan produksi atau pemanfaatan insulin. Menurut data World Health Organization (WHO), jumlah penderita diabetes terus meningkat setiap tahunnya. Indonesia sendiri menduduki peringkat ke-5 dunia dengan jumlah penderita diabetes yang terus bertambah. Hal ini menjadi alarm bagi kita semua untuk lebih peduli terhadap pola hidup.

Namun, kabar baiknya, diabetes tipe 2 yang paling banyak dialami oleh masyarakat sebenarnya bisa dicegah. Salah satu cara paling efektif untuk mencegahnya adalah dengan menerapkan gaya hidup aktif. Lalu mengapa gaya hidup aktif penting dan banyak manfaatnya?

Gaya hidup aktif berarti tubuh kita banyak bergerak, bukan hanya duduk atau rebahan sepanjang hari. Aktivitas fisik yang rutin membantu mengontrol berat badan, menjaga sensitivitas insulin, dan mengatur kadar gula darah. Sebaliknya, gaya hidup sedentari (kurang gerak) meningkatkan risiko obesitas dan resistensi insulin, dua faktor utama penyebab diabetes tipe 2.

Ketika kita bergerak, otot akan menggunakan glukosa sebagai sumber energi. Semakin banyak kita bergerak, semakin banyak glukosa yang diubah menjadi energi sehingga kadar gula darah tetap stabil. Selain itu, olahraga meningkatkan sensitivitas insulin, sehingga tubuh lebih efisien dalam mengolah gula darah. Tentu saja hal ini sangat besar manfaatnya dalam jangka panjang karena gula dalam darah dapat terkontrol dengan baik. Oleh karena itu, berakivitas dan berolah raga secara teratur merupakan bagian dari hal yang sangat disarankan untuk mencegah diabetes.

Menurut WHO, 1 dari 4 orang dewasa tidak cukup melakukan aktivitas fisik yang direkomendasikan. Artinya orang-orang yang tidak rajin beraktivitas secara fisik, berpotensi besar mengidap diabetes jika digabungkan adanya faktor genetic di dalamnya. Bahkan pada Orang yang kurang aktif memiliki risiko dua kali lipat lebih besar terkena diabetes tipe 2 dibandingkan mereka yang aktif. Bahkan para ahli medis menyatakan bahwa aktivitas fisik selama 150 menit per minggu (setara 30 menit sehari selama 5 hari) sudah cukup untuk mengurangi risiko diabetes hingga 58%.

Nah berikut ini adalah lima manfaat gaya hidup aktif pencegah diabetes:

Mengontrol Berat Badan

Berat badan berlebih adalah faktor risiko utama diabetes. Dengan bergerak aktif, kalori yang masuk ke tubuh akan terbakar, sehingga mengurangi risiko obesitas. Orang-orang dengan tubuh yang terlalu besar di atas porsi normal dan cenderung obesitas justru beresiko besar mengidap diabetes tipe dua. Jadi hindari makan berlebihan dan lakukan aktivitas fisik secara teratur.

Meningkatkan Sensitivitas Insulin

Aktivitas fisik membuat sel tubuh lebih responsif terhadap insulin. Ini berarti tubuh lebih efektif dalam menyerap glukosa, sehingga kadar gula darah tetap terkontrol. Usahakan melakukan aktivtias fisik, setidaknya 30 menit setiap harinya agar Anda bisa menghindari gangguan diabetes. Dengan melakukan aktivitas fisik seperti berolah raga ringan, akan bedampak besar bagi kebugaran tubuh dan keseimbangan gula darah di dalam tubuh.

Mengurangi Lemak Perut

Lemak visceral (lemak di sekitar organ perut) berhubungan erat dengan resistensi insulin. Olahraga membantu mengurangi lemak ini secara signifikan. Menariknya, orang-orang dengan kondisi perut yang buncit dan berlemak, justru lebih besar dapat mengalami gangguan pencernaan, diabetes dan ketidakseimbangan hormon insulin dalam tubuh.

Meningkatkan Kesehatan Jantung

Penderita diabetes memiliki risiko tinggi terkena penyakit jantung. Dengan rutin beraktivitas, Anda melindungi jantung sekaligus mencegah diabetes. Ingatlah bahwa jatung yang sehat, akan berdampak pada organ tubuh yang lain, dan sudah barang tentu akan mengurangi resiko gangguan penyakit lain seperti diabetes.

Menurunkan Stres

Stres dapat memicu kenaikan gula darah. Aktivitas fisik seperti berjalan santai, yoga, atau olahraga ringan dapat membantu mengurangi stres. Selian itu, hindari mencemaskan hal-hal yang belum terjadi karena hanya akan menambah beban pikiran dan berujung stress atau pun depresi. (*)

By Editor