JAKARTA – suksesmedia.id – Buka puasa adalah momen yang paling ditunggu usai seharian berpuasa. Setelah seharian penuh menahan lapar dan dahaga, buka puasa bisa menjadi saat yang melegakan buatmu. Namun bagaimana jika setelah berbuka puasa kamu justru mengantuk dan pusing? Nah bisa jadi ada yang salah dengan cara kamu memilih dan menikmati makanan saat berbuka puasa.

Agar puasa tetap membawa manfaat kesehatan, ada beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan saat berbuka. Bukan aturan kaku, namu lebih pada kebiasaan kecil yang dampaknya besar. Nah berikut ini adalah lima langkah tepat untuk memulai buka puasamu agar tubuh dan lambungmu tetap sehat:

Mulai dengan yang Manis, Tapi Sewajarnya

Sejak dulu, berbuka dengan yang manis memang dianjurkan. Kurma misalnya, menjadi pilihan klasik yang bukan hanya tradisi, tapi juga masuk akal secara medis. Setelah berpuasa, kadar gula darah kita cenderung menurun. Asupan manis alami membantu mengembalikannya secara perlahan.

Menurut penjelasan dari dokter spesialis gizi klinik, Dr. Samuel Oetoro, dari Universitas Indonesia menyatakan bahwa tubuh yang berpuasa dalam waktu lama membutuhkan sumber energi yang cepat diserap, namun tetap aman. Ia menyarankan untuk memilih gula alami seperti kurma atau buah, bukan minuman tinggi gula berlebihan yang bisa membuat lonjakan gula darah terlalu cepat. Jadi, jika kamu ingin menikmati es sirup boleh saja, tapi mungkin tidak perlu segelas besar sekaligus.

Minum Air, Jangan Langsung “Balas Dendam”

Rasa haus sering kali lebih kuat daripada rasa lapar. Begitu azan magrib terdengar, tangan langsung mencari minuman dingin. Tidak masalah, asalkan tetap bijak. Kadang-kadang karena didera rasa haus seharian kamu lantas minum sebanyak-banyaknya. Padahal cara ini justru tidak tepat. Cobalah minum satu gelas air putih terlebih dahulu sebelum minuman manis. Air membantu tubuh kembali terhidrasi secara optimal dan menyiapkan sistem pencernaan bekerja kembali.

Dokter ahli penyakit dalam, Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, Sp.PD-KGEH Guru besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan juga ahli penyakit dalam pernah mengingatkan bahwa minum secara bertahap lebih baik daripada langsung dalam jumlah banyak sekaligus. Lambung yang kosong butuh adaptasi, jadi beri waktu beberapa menit sebelum lanjut ke makanan berikutnya. Langkah ini justru akan membuat lambung lebih aman dan terhindar dari gangguan lambung yang membuatmu tidak nyaman.

Beri Jeda Sebelum Makan Besar

Ini mungkin yang paling sulit. Setelah takjil, rasanya ingin langsung menyantap hidangan utama. Padahal, memberi jeda sekitar 10–15 menit setelah makanan pembuka bisa membantu tubuh menyesuaikan diri. Tak hanya itu, memberikan jeda bagi tubuh dan lambung saat berbuka juga memberikan waku bagi tubuh untuk beradaptasi memproses makanan, setelah seharian berpuasa menahan lapar dan dahaga.

Dalam jeda itu, kita bisa shalat magrib terlebih dahulu atau sekadar duduk santai. Cara ini membantu mengurangi risiko makan berlebihan, karena sering kali kita makan cepat bukan karena lapar, tapi karena kalap. Perlu dipahami bahwa tubuh sebenarnya cukup cerdas memberi sinyal kenyang, hanya saja kita jarang memberinya waktu. Jadi jangan lupa untuk tetap berhati-hati dan menyesuaikan diri saat makan makanan berbuka puasa.

Pilih Menu yang Ramah Lambung

Setelah berpuasa, lambung berada dalam kondisi kosong dan sensitif. Makanan terlalu pedas, terlalu berminyak, atau terlalu berat bisa memicu rasa tidak nyaman seperti perut kembung atau nyeri. Oleh karena itu, cobalah untuk memilih menu makanan yang sehat dan aman bagi lambung dan organ pencernaanmu. Lalu bagaimana caranya?

Agar lebih sehat dan aman cobalah kombinasi sederhana: karbohidrat kompleks, protein, sayur, dan sedikit lemak sehat. Sup hangat, nasi dengan lauk berprotein, atau sayur berkuah bisa jadi pilihan yang lebih bersahabat. Cara ini tak hanya membuat tubuhmu lebih aman terhindar dari gangguan asam lambung dan lonjakan gula darah, namun juga menjadikan hormone tubuhmu tetap stabil. Menurut para ahli gizi, keseimbangan nutrisi saat berbuka membantu menjaga energi tetap stabil hingga sahur, bukan naik-turun drastis.

Dengarkan Tubuh, Bukan Nafsu

Kadang kita makan bukan karena lapar, tapi karena ingin. Apalagi saat berbuka puasa, pilihan makanan terasa lebih menarik dari biasanya. Rasa dan keinginan untuk kalap dan menuntaskan semua makanan justru tak hanya membuat tubuh makin tidak sehat, namun juga membuat lonjakan gula darah makin tak terkendali.

Nah untuk menghindari hal tersebut, cobalah sesekali berhenti sejenak di tengah makan dan tanyakan ke diri sendiri: “Apakah saya masih lapar?” Cara sederhana ini membantu kita lebih mindful terhadap kebutuhan tubuh. Puasa sejatinya bukan hanya melatih menahan lapar dan haus, tapi juga melatih kesadaran. Termasuk kesadaran dalam memilih dan menikmati makanan. (*)

By Editor