JAKARTA – suksesmedia.id – Memiliki buah hati yang sehat dan tumbuh kembang sempurna adalah dambaan bagi semua para orangtua. Sayangnya, tak semua orang tua paham bahwa tumbuh kembang yang sehat juga dipengaruhi oleh asupan makanan dan gizi yang seimbang. Bagaimanapun makanan dengan porsi dan gizi yang seimbang tentu saja akan menjadikan sang buah hati tumbuh sehat, normal sesuai dengan usianya.
Namun, di tengah gempuran banyaknya produk istan dan makanan olahan tak sedikit para orangtua justru mengambil jalan pintas dengan memberikan makanan tak sehat bagi anaknya. Dengan alasan agar lebih praktis dan tak mau repot menyiapkannya, para orangtua sesunggunya melupakan bahwa makanan yang masuk ke dalam tubuh anak adalah investasi jangka panjang untuk tumbuh gembang mereka. Sebuah riset yang dilakukan oleh Lan dan Walter dari Griffith University menyatakan bahwa pemberian makanan olahan yang dilakukan pada anak-anak berdampak buruk bagi penurunan fungsi kognitif dan kemampuan anak-anak saat remaja. Penelitian ini seolah mengisyaratkan bahwa bagaimanapun pemberian makanan olahan pada anak justru akan mengganggu tumbuh kembangnya. Apalagi jika diberikan terlalu sering dan berlebihan. Nah berikut ini adalah lima jenis makanan olahan yang dapat membahayakan tumbuh kembang anak:
Makanan Tinggi Gula
Anak-anak memang akan lebih menyukai makanan manis, apalagi jika masih balita. Tak jarang mereka sering sekali mengonsumsi permen, cokelat manis, dan minuman manis dalam kemasan. Akibatnya, rasa kenyang mudah dirasakan oleh anak-anak. Situasi ini berdampak pada kondisi anak yang menjadi lebih mudah kenyang, dan enggan untuk mengonsumsi makanan sehat. Beberapa kenis makanan seperti kue manis, sereal, cokelat dan minuman bersoda memang terasa enak, namun ibarat bom waktu makanan ini justru akan menyebabkan anak-anak bisa beresiko mengalami gangguan tumbuh kembang misalnya, obesitas dan gangguan metabolisme yang justru akan merusak kondisi tubuh anak-anak. Padahal nutrisi yang tepat sangatlah penting bagi perkembangan maupun pertumbuhannya.
Makanan Cepat Saji atau Fast Food
Para orangtua seringkali tak mau repot, dalam memberikan makanan kepada anak-anak. Dengan alasan kepraktisan, banyak orangtua seringkali memberi makanan seperti kentang goreng, nugget, burger dan sosis olahan terlalu sering. Padahal perlu disadari bahwa makanan ini sesungguhnya memiliki kadar natrium yang sangat tinggi. Alih-alih menyehatkan, yang terjadi makanan ini hanya akan menyebabkan gangguan pencernaan dan penumpukan kolesterol. Di sisi lain, jenis makanan olahan tertentu juga bisa berdampak buruk bagi kesehatan ginjal karena penumpukkan natrium dalam tubuh akibat terlalu sering makan makanan olahan.
Makanan Terlalu Asin dan Kadar Garam Terlalu Tinggi
Sekilas makanan asin memang disukai anak-anak, apalagi saat balita. Namun, sebenarnya makanan yang terlalu asin justru kurang baik bagi anak-anak karena tubuhnya belum memiliki kapasitas dan kemampuan toleransi tinggi terhadap rasa asin atau garam berlebihan. Dikhawatirkan, anak-anak akan mengalami gangguan ginjal di kemudian hari, saat tumbuh remaja dan dewasa karena organ ginjalnya sudah bekerja keras terlalu berat sejak usia balita akibat makanan yang terlalu asin. Bahkan bisa berdampak buruk dan menimbulkan tekanan darah tinggi atau hipertensi pada anak-anak saat dewasa kelak. Sangat membahayakan bukan?
Makanan Dengan Pengawet dan Pewarna Buatan
Anak-anak sekilas memang amat menyukai makanan dengan warna menarik seperti jelly warna-warni, permen dengan berbagai rasa dan warna, serta sejumlah snack instan yang terkesan ringan. Namun tahukah kamu bahwa makanan jenis ini sangatlah tidak menyehatkan bagi para tumbuh kembang anak-anak. Menurut riset yang dilakukan oleh Griffith University di Australia, makanan terlalu manis, mengangung zat pewarna buatan dan pengawet memicu terjadinya gangguan perilaku pada anak. Tak hanya itu, anak-anak menjadi mudah mengalami hipersensitivitas dan puncaknya bisa mudah terserang alergi. Baik alergi karena cuaca, alergi karena makanan tertentu dan jenis alergi lainnya.
Jus Buah Kemasan
Jus buah dalam kemasan memang rasanya hampir mirip dengan jus alami. Karena itu, tak heran jika para orangtua kemudian memberikan minuman ini kepada anak-anak balita sebagai minuman yang dinilai sehat karena mengandung sari buah-buahan. Namun, dibalik jenis makanan ini, sesungguhnya kandungan gula sintetis dan zat pengawet yang tinggi pada minuman jus dalam kemasan ini justru akan merusak gigi dan tulang. Tak hanya itu, minuman jus kemasan juga dinilai para ahli medis dapat mengurangi penyerapan zat besi dan kalsium dalam tubuh anak. Jadi para orangtua hendaknya lebih berhati-hati dalam memberikan minuman jus dalam kemasan dan tidak boleh terlalu sering karena bisa berdampak buruk bagi tumbuh kembang sang buah hati. (*)