JAKARTA – suksesmedia.id – Indonesia adalah negara yang kaya akan ragam kuliner dan masakan. Tak terkecuali dengan sajian minumannya yang menggunggah selera. Bahkan beberapa minuman tersebut, menyimpan banyak cerita sejarah yang penuh makna dan menarik jika ditelisik lebih jauh.
Ragam bahan dasar minuman Indonesia, terkenal dengan sajian rempah-rempah yang tak kental dengan khasiat bagi kesehatan tubuh. Beberapa minuman tradisional tersebut diyakini menjadi symbol bagi kebersamaan, kerukunan, dan kerakyatan. Berbeda dengan masyarakat modern, dahulu kala masyrakat Indonesia menggunakan tradisi minum minuman tradisional ini sebagai ajang untuk saling mendekatkan diri satu dengan yang lainnya. Kedekatan itu pun tak hanya berkutat soal relasi dalam pekerjaan dan keluarga, namun juga sebagai bagian symbol dari status sosial. Nah berikut ini adalah enam minuman tradisional bersejarah yang wajib kamu tahu:
Wedang Ronde
Wedang ronde merupakan minuman khas Jawa berbahan dasar ramuan rempah Jahe dan gula jawa. Wedang Ronde adalah minuman tradisional khas Jawa yang disajikan dalam keadaan hangat, terbuat dari air jahe, gula merah, dan bola-bola ketan berisi kacang tanah. Minuman ini berasal dari kultur Tionghoa yang diadaptasi oleh masyarakat Jawa, khususnya di daerah Yogyakarta, Solo, dan Semarang. Menariknya, minuman wedang ronde sesunggunya merupakan perpaduan antara kuliner Jawa dan Tionghoa khususnya Hokkien yang berarti ketan yang direbus dengan kacang tanah tumbuk gula.
Minuman wedang ronde sendiri terbuat dari air rebusan jahe, gula merah, pandan dan serai. Untuk menambah cita rasa minuman wedang ronde ditambahkan toping sagu, jenang Mutiara, sagu dan kacang. Disajikan selagi hangat, wedang ronde sangat bermanfaat untuk menjaga kesehatan pencernaan. Selain itu, wedang ronde juga merupakan symbol kehangatan dan kebersamaan para prajurit atau pun masyarakat zaman dulu saat berkumpul bersama di kala senja.
Bir Pletok
Kalau kamu adalah warga Betawi asli, maka kamu akan mengenal minuman satu ini. Yes..Bir Pletok Namanya. Minuman ini adalah symbol perlawanan rakyat Betawi asli terhadap kaum penjajah kompeni atau Belanda. Jika menilik namanya, bir pletok memang sejenis minuman namun tidak mengandung alcohol. Bir pletok merupakan minuman tradisional masyarakat Betawi atau Jakarta pada masa penjajahan, terbuat dari rempah seperti jahe, kayu manis, kapulaga, dan serai, bir pletok dikenal menyegarkan tanpa alkohol. Minuman ini sesunggunya merupakan bentuk perlawanan terhadap penjajahan Belanda waktu itu, dengan menciptakan minuman sama dengan bir namun tetap tidak mengandung alcohol.
Sekoteng
Sekoteng merupakan minuman khas masyrakat Jawa Tengah dengan bahan dasar dari Jahe dan Gula merah. Dalam minuman ini, ditambahkan isian seperti kacang tanah, irisan roti tawar dan pacar cina. Minuman ini sejatinya telah hadir di kalangan masyarakat Jawa Tengah sejak abad ke-19. Tak hanya itu, minuman ini adalah symbol dari kebersamaan dari masyarakat Jawa Tengah yang ingin senantiasa menyatu dan guyub satu dengan lainnya. Sekoteng biasanya dihidangkan pada sore hari dengan tambahan kudapan khas Jawa Tengah seperti getuk atau bahkan gorengan. Namun lebih dari itu, minuman sekoteng sesungguhnya merupakan bentuk asimilasi budaya Tionghoa dan Jawa yang berpadu menjadi minuman yang harmonis. Menarik bukan?
Cendol Dawet
Hampir sebagian besar masyarakat di Indonesia, mengenal minuman yang melegenda ini. Jenis minuman ini, berasal dari tepung beras, santan, pandan dan gula aren cair. Biasanya, minuman jenis ini disajikan bersama es batu yang menyegarkan. Minuman ini memiliki filosofi tentang kemakmuran dan kesejahteraan yang dituangkan dalam segarnya es cendol dawet. Bahkan hampir di banyak penjuru nusantara kamu akan lebih mudah menemukan jenis minuman ini. Pada masyarakat Jawa Tengah dan Yogyakarta, lebih umum menyebut minuman ini dengan cendol, sedangkan masyarakat Jawa Barat menyebutnya dawet. Padahal jenis minuman ini kurang lebih hampir sama.
Bajigur
Buat kamu warga Jawa Barat, pastinya tidak asing lagi dengan minuman bajigur. Apalagi yang tinggal di dataran tinggi seperti pegunungan dan lembah. Udara yang dingin dan sejuk, menjadikan masyrakat berkreasi dan menciptakan minuman bajigur ini. Masyarakat Jawa Barat mengolah bajigur dari berbagai bahan yaitu jahe, gula aren dan santan, lalu diseduh dengan air hangat. Sensasi kehangatan dan rasa pedas gurih manis dari minuman ini menjadikan tubuh lebih hangat. Konon banyak masyarakat pedesaan menggunakan minuman ini untuk meningkatkan imunitas. Kandungan Jahe dan santan hangat sangat berkhasiat bagi kesehatan tubuh, terutama untuk menjaga stamina. Minuman ini, biasanya dinikmati oleh masyarakat pedesaan yang tinggal di daerah dataran tinggi di Jawa Barat, dan merupakan symbol dari kesederhanaan maupun kebersamaan. (*)