JAKARTA – suksesmedia.id – Angkringan adalah salah satu tempat favorit bagi banyak kalangan. Apalagi buat kamu yang pernah tinggal di kota seperti Yogyakarta. Menikmati suasana malam sambil menyeruput wedang jahe dan rebusan atau pun gorengan bisa menjadi tempat yang asyik untuk membangun kedekatan dengan orang-orang di sekitar kita.
Menariknya, tren angkringan kini juga telah mulai di bawa di kota-kota besar lainnya, seperti di Jakarta. Kehadiran tempat makan yang terkesan santai namun tetap menimbulkan aura guyup seolah menjadi pengobat rasa rindu bagi orang-orang daerah yang merantau Ke kota besar seperti Jakarta, Surabaya atau Kota lainnya. Namun, dibalik keinginan untuk menikmati makanan yang konon terkenal murah dan terjangkau, seraya bernostalgia tak jarang para pelanggan justru merasa kecewa. Nah berikut ini adalah lima hal yang wajib kamu perhatikan saat kamu makan di tempat seperti angkringan:
Kebersihan Tempat dan Makanan di Angkringan
Meskipun tempat angkringan yang menjadi tujuanmu menyajikan makanan yang relative terjangkau dan murah, namun bukan berarti kamu mengabaikan kebersihannya. Apalagi jika tempat angkringan tersebut ternyata tidak menggunakan penutup makanan yang disajikan. Bisa jadi makanan itu lebih mudah terkena debu, atau bahkan bakteri yang hinggap tanpa kamu sadari. Lalu akibatnya, kamu bisa sakit perut atau bahkan diare karena ada bakteri salmonella yang menempel pada makanan itu. Sekilas memang terasa enak, namun sesungguhnya makanan yang tidak higienis baik dalam hal memasak maupun menyajikannya justru bisa membahayakanmu.
Tidak Menggunakan Capitan
Banyaknya orang yang sedang makan dan memegang makanan justru terkadang menjadi salah satu sebab makanan mudah ditempeli oleh bakteri. Oleh sebab itu, penggunaan capitan justru sangatlah disarankan. Tentu saja hal ini untuk memudahkan kamu saat mengambil makanan. Tak hanya itu, cara ini juga merupakan upaya untuk mejaga agar makanan tetap steril karena ketika akan mengambilnya menggunakan capitan dan tidak berganti-ganti tangannya. Fungsi capitan sangatlah berguna karena dapat membatasi tangan-tangan orang banyak yang ingin memegang makanan tanpa membeli. Jadi meskipun terkesan sepele fungsi capitan sangatlah penting.
Tidak Mencantumkan Harga Makanan
Banyak pengunjung dan penikmat makanan di angkringan kecewa lantaran saat membayar makanan, harganya hampir sama dengan di kafe. Padahal sebenarnya rasanya biasa saja. Oleh karenanya, ada baiknya sebelum membeli makanan di angkringan cek dulu apakah warung angkringan tersebut mecantumkan label harga dari makanan dan minuman yang dijualnya. Jika ragu, kamu bisa menanyakannya sambil berpura-pura memesan satu jenis makanan atau gorengan terlebih dulu sebagai bagian cari uji coba. Rasanya tidak nyaman bukan jika kamu membayar makanan yang biasa saja, namun harganya setara dengan café yang mahal dan cozy.
Menjual Makanan Kemarin
Ada saja penjual angkringan nakal yang menjual makanan kemarin kemudian dipanasi lagi. Padahal dari segi rasa dan tekstur pastinya akan berbeda dengan makanan baru dimasak dengan makanan kemarin yang kemudian dipanaskan kembali. Buat kamu yang kurang jeli dan peka terhadap rasa, ada baiknya kamu waspada. Sepintas, makanan itu terlihat sama, namun saat dimakan ternyata teksturnya sudah berbeda. Pada makanan yang dipanaskan atau digoreng kembali, biasanya akan terasa keras dan teksturnya kurang lembut. Bahkan tak jarang aromanya pun berbeda. Jarwo (38) misalnya. Karena rindu dengan kampung halamannya di Yogyakarta, dia kemudian memutuskan makan di angkringan dengan membeli gorengan dan minum wedang jahe hangat di Kawasan Jakarta selatan. Sayangnya, dia agak kaget saat menggigit tempe mendoan yang keras dan ulet, jadi terpaksa dia tidak melanjutkan makan tempe mendoan itu dan hanya menghabiskan wedang jahenya saja. Jadi paham kan kenapa tidak semua penjual angkringan itu mengutamakan kualitas dan rasa?
Penjual Angkringan Bukan Perorangan
Salah satu ciri khas penjual makanan di angkringan adalah makanan dan minuman yang mereka jual. Para penjual makanan dan minuman di warung angkringan biasanya memiliki ciri khas pada setiap makanannya. Kalau kamu menemukan makanan yang rasanya hampir seragam dan menunya hampir sama, tidak ada viariasinya. Maka bisa dipastikan itu adalah miliki perusahaan angkringan yang sudah kehilangan ciri khas dan rasanya. Padahal salah satu hal menonjol dari penjual di warung angkringan adalah rasa khas dari masing-masing orang yang dihadirkan dalam resep makanan mereka. Nah makanan yang seragam dan rasanya yang tidak menonjol ini bisa jadi sudah dikelola oleh bisnis usaha bukan perorangan. (*)