JAKARTA – suksesmedia.id – Pernah dengar istilah puasa intermiten atau intermittent fasting? Yup, belakangan ini banyak kalangan pesohor tengah berusaha menerapkan dan mempraktekkan puasa intermiten. Dilansir dari sejumlah jurnal dan penelitian, penerapan puasa intermiten atau intermittent fasting justru memiliki sejumlah manfaat bagi kesehatan.
Namun, kendati demikian sebelum melakukan puasa intermiten, disarankan agar berkonsultasi dengan ahli medis seperti dokter gizi atau pakar nutrisi. Hal ini disebabkan, pada dasarnya setiap orang memiliki karakteristik pencernaan yang berbeda-beda. Oleh sebab itu, untuk menetapkan diet yang tepat bagi seseorang pun juga harus disesuaikan dengan kondisi fisiknya.
Sementara itu, puasa intermiten (intermittent fasting) adalah pola makan yang mengatur waktu antara periode makan dan tidak makan (puasa), tanpa secara spesifik mengatur jenis makanan yang dikonsumsi. Artinya, fokus utamanya bukan pada apa yang dimakan, melainkan pada kapan makanan dikonsumsi.
Nah berikut ini adalah enam manfaat dari melakukan puasa intermiten yang wajib kamu tahu:
Menurunkan Berat Badan dan Lemak Tubuh
Orang-orang yang menerapkan puasa intermiten, ternyata dilaporkan telah mengalami penurunan berat badan yang signifikan. Tak hanya itu, mereka juga mengalami penurunan lemak pada tubuh mereka. Hal ini senada dengan yang diungkapkan oleh Dr. Krista Varady, University of Illinois at Chicago bahwa jika seseorang konsisten dalam melakukan puasa intermiten, maka dengan sendirinya terjadi pembatasan kalori di dalam tubuh. Tentu saja penurunan kalori dalam tubuh ini juga berdampak baik pada berat badan berlebih sehingga menjadi lebih ideal.
Meningkatkan Sensitivitas Insulin dan Mengontrol Gula Darah
Studi pada Cell Metabolism (2018) menunjukkan bahwa puasa intermiten membantu menurunkan kadar insulin puasa dan meningkatkan sensitivitas insulin. Bahkan Pada pasien pradiabetes, puasa intermiten dapat menurunkan risiko berkembang menjadi diabetes tipe 2. Fakta ini seolah memperkuat ajuran para ahli medis bahwa puasa intermiten semakin membuat orang yang melakukannya menjadi lebih mampu mengelola insulin di dalam tubuhnya. Selain itu, gula darah menjadi lebih terkontrol.
Mendukung Kesehatan Otak dan Fungsi Kognitif
Penelitian oleh Dr. Mark Mattson dari National Institute on Aging (2014) menunjukkan bahwa puasa intermiten dapat meningkatkan produksi BDNF (Brain-Derived Neurotrophic Factor), yang penting untuk kesehatan otak. Selain itu, dengan menerapkan puasa intermiten juga memicu autofagi—proses regenerasi sel yang penting untuk perlindungan terhadap penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer dan Parkinson. Hal ini senada dengan yang dikatakan oleh Dr. Mark Mattson, dari Johns Hopkins University “Puasa memberikan tantangan ringan ke otak yang menyebabkan respons adaptif yang mendukung fungsi otak dan daya tahan terhadap penyakit.” Ungkapnya.
Menurunkan Tekanan Darah dan Risiko Penyakit Jantung
Orang-orang yang konsisten melakukan puasa intermiten juga memiliki tekanan darah yang relative terkendali dan tentu saja memiliki risiko lebih rendah terkena penyakit jantung. Sebuah studi yang telah dilkaukan pada hewan dan manusia menunjukkan penurunan tekanan darah, kolesterol LDL (kolesterol jahat), dan penanda inflamasi (seperti CRP) selama menjalani puasa intermiten. Bahkan menurut sebuah studi pada New England Journal of Medicine (NEJM, 2019) menunjukkan penurunan risiko penyakit kardiovaskular jangka panjang pada orang-orang yang melakukan puasa intermiten secara konsisten. Menarik bukan?
Memicu Autofagi dan Memperlambat Penuaan
Proses autofagi, pada dasarnya merupakan pembersihan sel-sel rusak, diaktifkan selama periode puasa. Oleh sebab itu, dalam prosesnya sel-sel rusak ini dapat diaktifkan ketika sedang melakukan puasa intermiten. Bahkan pada manusia juga dapat memperlambat proses aging atau penuaan dini dan risiko kanker. Menurut Dr. Yoshinori Ohsumi, peraih Nobel Kedokteran 2016 atas risetnya Autofagi adalah proses vital yang dipicu oleh puasa dan memberi manfaat regeneratif bagi tubuh. Jadi dengan tata laksana yang tepat, puasa intermiten sangatlah berguna bagi sistem regenerasi tubuh. (*)