JAKARTA – suksesmedia.id – Menjadi korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) bisa menjadi mimpi buruk yang cukup menakutkan. Apalagi jika kamu sudah terbiasa bekerja rutin dan mendapatkan penghasilan. Tentu saja situasi ini membuatmu tak nyaman. Panik, bingung, takut dan khawatir adalah emosi yang wajar yang akan kamu rasakan.
Namun bukan berarti setelah kamu menjadi korban pemutusan hubungan kerja atau lay off kemudian duniamu terasa hancur berkeping-keping. Meratapi nasib dan bersedih tentu saja menjadi hal yang wajar, akan tetapi jika berlarut-larut bersedih tanpa ujung pangkal berkesudahan justru akan membuat masalah makin bertambah rumit dan pelik.
Nah berikut ini adalah enam hal yang wajib kamu siapkan usai terkena pemutusan hubungan kerja atau lay off:
Tenangkan Diri dan Validasi Emosi
Hal utama yang harus kamu lakukan ketika sedang menghadapi lay off atau dipecat dari kantor adalah menangkan dirimu terlebih dahulu. Cobalah untuk memvalidasi emosimu terlebih dulu, lalu berusahalah untuk menerima semua rasa yang sedang kamu alami. Pada dasarnya, merasa kecewa, cemas dan marah adalah hal yang lumrah karena kamu tengah berada di fase hidup yang kurang menguntungkan. Selain itu, hindari untuk membuat keputusan yang terkesan emosional dan impulsive karena biasanya keputusan yang dibuat karena faktor emosional justru hanya akan menambah buruk situasimu.
Cek Kompensasi dan Atur Keuangan
Setelah kamu masuk pegawai yang terkena lay off, ada baiknya kamu memeriksa kondisi keuanganmu. Pada dasarnya, memeriksa kondisi keuanganmu akan dapat membuatmu lebih mudah dalam mengalokasikan dana untuk beberapa waktu ke depan. Apalagi jika kamu selama ini hanya mengandalkan satu pendapatan dari satu sumber pekerjaan sebagai karyawan saja. Oleh sebab itu, berusahalah untuk menerapkan hidup yang tidak berlebihan dan jangan lupa untuk menyisihkan uang pesangonmu sebagai dana darurat. Tentu saja tindakan ini sangatlah penting karena tidak ada yang bisa menjamin kamu kapan akan mendapatkan pekerjaan baru. Tak hanya itu, kamu juga harus membuat prioritas keuangan dan hindarilah mengeluarkan uang untuk hal-hal yang tidak penting dan mendesak.
Jangan Langsung Gunakan Pesangon Untuk Buka Bisnis
Banyak mantan karyawan yang telah kena lay off dengan gagah berani kemudian menggunakan uangnya untuk berbisnis. Dengan dalih ingin berusaha sekuat tenaga, tak sedikit yang menggunakan semua pesangon untuk bisnis, lalu berujung bangkrut alias merugi. Padahal, memulai bisnis tidaklah mudah, apalagi jika dari nol. Jadi sebisa mungkin usahakan untuk tetap menyisihkan uang pesangon untuk biaya hidup harian bersama keluarga, dana daruat, asuransi, dan dana kesehatan. Jadi disarankan untuk pelan-pelan membangun bisnis secara pelan-pelan dengan penuh kesadaran.
Bangun Personal Branding dan Upgrade Skill
Jika kamu bingung setelah terkena lay off, cobalah untuk membuat perencanaan harian dan mingguan untuk aktivitasmu. Kamu bisa melakukan upgrade skill dengan mengikuti berbagai kursus online yang dapat meningkatkan skill dan kompetensimu. Lebih dari itu, kamu juga bisa bergabung dalam berbagai komunitas pelatihan yang dapat membuatmu terus bertumbuh.
Di sisi lain, berusaha membangun personal branding sebagai profesional juga sangat penting untuk menunjang karirmu. Jangan lupa juga melakukan ugrade skill di profil linkedin, membuat portfolio, dan ikut berkomentar di berbagai topik dalam diskusi di bidangmu akan meningkatkan awareness dan persona kamu di dunia kerja.
Bangun Jaringan dan Cari Peluang
Terkena PHK atau lay off bukanlah akhir dari segalanya dalam karirmu. Bagaimanapun kamu harus terus bisa melanjutkan hidupmu dan terus berupaya. Oleh sebab itu, cara efektif yang bisa dilakukan adalah dengan membangun jaringan di kalangan profesional misalnya mengikuti group di Linkedin, group industry, bergabung ke webinar profesi melalui group group whatsapp atau telegram juga bisa jadi alternatif untuk membangun jaringan. Nah jika kamu tertarik ikut seminar baik online dan offline, kamu bisa memanfaatkan hal tersebut untuk mencari peluang dan kenalan profesional di sana. Sebab faktnya, lebih dari 50% lowongan kerja diperoleh dari networking atau berjejaring sesama profesional.
Carilah Lowongan Secara Teliti dan Tetap Berupaya
Dengan makin banyaknya job portal yang menyediakan lowongan kerja, sebenarnya bisa menjadi salah satu cara untuk mendapatkan pekerjaan. Namun, pada dasarnya mendapatkan pekerjaan juga tidak mudah karena persaingan juga sangat ketat. Jadi hindari mengirimkan lamaran kerja secara serampangan tanpa memperhatikan latar belakang pengalaman maupun pendidikanmu serta persyaratan pekerjaan yang dibutuhkan. Alih-alih diterima, lamaranmu bahkan tidak akan pernah dilihat oleh recruiter perusahaan. Jadi cobalah atur strategi untuk mengirimkan lowongan kerja yang tepat, membuat CV atau resume yang menjual serta ATS friendly. Tentu saja cara ini tidak akan instan, namun yakinlah dengan terus berupaya kamu bisa mendapatkan pekerjaan impianmu. Good luck ya…(*)