JAKARTA – suksesmedia.id – Dunia kerja yang kompleks seringkali menjadikan banyak orang makin kompetitif dan harus terus belajar skill yang relevan. Apalagi di tengah meningkatnya jumlah pengangguran yang makin lama makin terus merangkak naik, di tengah ekonomi Indonesia yang tidak baik-baik saja. Oleh karena itu, menjadi orang yang senantiasa meningkatkan skill dan ketrampilan justru menjadi langkah tepat agar kamu tetap bisa bersaing di dunia kerja. Tak hanya skill yang bersifat teknis, skill lain yang berhubungan dengan kemampuan dalam mengelola emosional justru konon lebih berperan.

Menurut Daniel Goleman, seorang Psikolog dan penulis buku terkenal mengemukakan bahwa kecerdasan emotional atau EQ justru lebih berperan dalam menentukan kesuksesan dalam jangka panjang jika dibandingkan dengan IQ atau intelegensi. Sayangnya, tak banyak orang yang paham dan memiliki kemampuan dalam meningkatkan kemampuan EQ yang dapat mendukung karirnya. Nah berikut ini adalah enam langkah yang bisa meningkatkan kemampuanmu dalam mengelola EQ di dunia kerja:

Kenali dan Pahami Emosi Diri

Langkah pertama adalah menyadari emosi yang sedang dirasakan. Latih diri untuk mengenali perubahan suasana hati, penyebabnya, dan bagaimana pengaruhnya terhadap caramu bekerja. Misalnya, jika sedang merasa tertekan, sadari tanda-tandanya dan cari cara untuk mengelola stres sebelum berdampak pada produktivitas. Cara ini justru akan menuntunmu dalam mengenal dirimu secara lebih mendalam, sehingga bisa menjadikanmu tak salah langkah, sehingga tidak berdampak buruk bagi karir maupun pekerjaanmu. Mengenali dan memahami emosi diri, juga merupakan hal positif yang akan membuatmu mampu meregulasi emosi secara tepat pada berbagai situasi.

Latih Empatimu

Empati adalah kemampuan untuk memahami perasaan dan perspektif orang lain. Dalam konteks kerja, ini berarti mendengarkan rekan kerja dengan tulus, mengerti tantangan yang mereka hadapi, dan merespons dengan sikap suportif. Empati membantu membangun hubungan yang lebih harmonis dan saling percaya. Jika kamu berlatih empati secara konsisten, maka kemampuanmu memahami orang lain juga akan semakin meningkat. Artinya, ketrampilan sosialmu untuk terkoneksi dengan orang lain juga menjadi lebih baik, dan tentu saja hal ini akan berdampak positif bagi karirmu.

Kendalikan Respon Emotional

Emosi yang tidak terkendali dapat memicu konflik atau keputusan yang tidak bijak. Latihlah pengendalian diri dengan mengambil jeda sebelum merespons situasi yang memancing emosi. Teknik pernapasan dalam, mindfulness, atau sekadar mengambil waktu untuk merenung dapat membantu menjaga sikap profesional. Selain itu, mengendalikan responmu juga akan memberikan jeda pada emosi dan pikiranmu untuk tetap melakukan hal yang tepat, agar tidak menciderai perasaan ataupun emosi rekan kerjamu.

Kembangkan Ketrampilan Komunikasi

Komunikasi yang baik pada dasarnya melibatkan kemampuan menyampaikan pesan secara jelas sekaligus mendengarkan secara aktif. Selain itu, gunakan bahasa yang positif, hindari asumsi, dan pastikan pesan kamu dipahami sebagaimana yang dimaksud. Bagaimanapun komunikasi yang jelas, dan mampu dipahami oleh orang-orang di sekitarmu, akan menjadikan mereka mudah mengerti informasi yang hendak kamu sampaikan. Tentu saja hal ini akan mencegah terjadinya salah paham yang justru berujung konflik atau masalah dalam pekerjaan.

Terbuka Terhadap Feedback

Salah satu tanda EQ yang tinggi adalah kemampuan menerima masukan dengan lapang dada. Feedback, baik positif maupun kritis, adalah kesempatan untuk berkembang. Selain itu, hindari sikap defensif, dan gunakan masukan tersebut untuk memperbaiki diri. Orang-orang yang terbiasa menerima feedback dengan lapang dada pada akhirnya akan dapat menjadi pribadi yang lebih dewasa secara emosional, dan pada akhirnya akan mampu mengambil keputusan lebih bijaksana. Seperti dikatakan oleh David Curso, seorang ilmuwan Psikologi menyatakan bahwa Sinergi antara pemikiran dan emosi pada akhirnya akan menciptakan keputusan bijak. (*)

By Editor