JAKARTA – suksesmedia.id – Dibalik gempuran teknologi dan ketidakpastian ekonomi belakangan ini, banyak orang yang mulai berpikir untuk mengubah karir dan bidang kerja. Alasannya, profesi lama tak lagi menjanjikan dan banyak bidang kerja yang akhirnya harus tergantikan oleh teknologi dan artificial intelligence. Namun, tahukah kamu bahwa berpindah karir dan bidang kerja, bukan semata-mata hanya karena bosan dan tak memberikan hasil secara finansial yang besar saja. Faktanya, dibalik keputusan berpindah bidang kerja tak jarang dilakukan terlalu tergesa-gesa dan kurang mempertimbangkan banyak faktor di masa yang akan datang.

Di sisi lain, berpindah bidang kerja juga membutuhkan kemampuan menavigasi kondisi industry pasar dunia kerja, peluang dan tantangan yang akan dihadapi ke depannya. Tentu saja bukan sekadar bermodalkan passion yang konon sering dilontarkan banyak anak muda saat ini. Nah berikut ini adalah lima hal yang wajib kamu lakukan saat ingin berpindah bidang kerja:

Lakukan Refleksi Diri

Melakukan refleksi diri dan melihat sisi ke dalam diri sendiri adalah langkah awal yang wajib kamu lakukan ketika hendak berpindah bidang kerja. Cobalah memahami diri apa alasannya kamu ingin berpindah bidang kerja, misalnya dari staf keuangan lalu tiba-tiba pindah jadi konten creator, dengan alasan pekerjaan staf keuangan tidak lagi menjanjikan karena bidang itu terlalu banyak pelakunya serta sudah digantikan oleh teknologi. Padahal langkah ini tidak sepenuhnya benar, apalagi jika kamu belum mengetahui bakat dan minat yang kami ingin arahkan ke depan. Hal menarik yang menyedihkan adalah ketika kamu justru latah ikut-ikutan berpindah bidang kerja, sementara kamu tidak memiliki fokus jangka panjang yang jelas untuk tujuan karirmu. Jika tujuanmu hanyalah uang, maka pada fase atau titik tertentu kamu akan bosan dan tidak memiliki gairah lagi untuk berkarya secara maksimal.

Buat Arah Karir Barumu

Mungkin sekilas kamu merasakan berat untuk memulai karir baru, namun kamu tidak punya pilihan lain selain harus menjalaninya. Nah agar lebih jelas ke mana tujuan karirmu, maka hal yang paling tepat kamu lakukan adalah menentukan arah karirmu ke depan seperti apa. Tak hanya itu, membuat peta jalan arah karirmu secara eksplisit akan lebih memudahkanmu dalam mencapai tujuan akhirmu. Misalnya, saat ini kamu berprofesi sebagai jurnalis, lalu kamu ingin memulai bidang karir lain karena industry media tengah goyah dan tidak ramah saat ini. Maka saat memilih karir lainnya yang memiliki karakteristik pekerjaan dengan irisan skill di dalamnya dengan pekerjaan lainnya. Pekerjaan seperti sales, marketing communication dan mungkin public relation bisa menjadi pilihan untukmu. Cobalah untuk ikut sejumlah kursus online, dan sertifikasi agar meningkatkan rasa percaya dirimu saat mencari pekerjaan baru di bidang itu.

Bangun Jaringan Profesionalmu

Riset dari Harvard University, lebih dari 70% pekerjaan diperoleh melalui koneksi dan jaringan profesional. Oleh karena itu, membangun jaringan profesional menjadi hal yang sangat berharga untukmu jika kamu ingin berpindah karir, apalagi jika kamu ingin bekerja di luar bidang kerjamu sebelumnya. Melalui jaringan koneksi profesional, kamu akan mendapatkan rekomendasi pekerjaan yang bisa jadi tak pernah kamu sangka sebelumnya. Namun, tetaplah mengirimkan lamaran kerja dan sebar CV ke sejumlah iklan lowongan kerja, siapa tahu akan ada yang tertarik denganmu. Dan yang paling penting gunakan akun media profesional seperti linkedin dan komunitas profesionalnya untuk terus membangun relasi profesionalmu. Percayalah kadang tanpa kamu duga, kamu akan mendapatkan pekerjaan dari sana.

Lengkapi Diri Dengen Skill dan Kompetensi Baru

Pengalaman berbeda dalam pekerjaan tak jarang membuatmu kurang percaya diri. Oleh sebab itu, meningkatkan skill baru adalah syarat wajib yang kamu lakukan. Cobalah mengikuti kursus online, ambilah sertifikasi bidang kerja yang ingin kamu geluti, atau bisa jadi mengambil kursus profesi dan melanjutkan sekolah ke jenjang lebih tinggi yaitu dari S1 ke jenjang S2 bisa mendukung lompatan karirmu. Sebab tak ada yang menetap hari ini, semuanya akan berubah sesuai dengan kemajuan dan perkembangan zaman. Nah jika skill dan kapasitasmu terus selaras dengan zaman maka niscaya, kesempatan dan peluangmu untuk mendapatkan pekerjaan bahkan di luar bidangmu pun akan tetap ada.

Jangan Kaku dan Tetaplah Fleksibel

Memulai bidang kerja baru memang tidaklah mudah, apalagi jika kamu belum memiliki pengalaman sebelumnya di bidang itu. Misalnya, sebelumnya kamu adalah jurnalis lalu berpindah jadi marketing communicatioan. Tentu saja pekerjaan ini ada irisannya skillnya, namun tetap saja berbeda karakteristiknya. Jadi jika kamu ingin maju dan survive di pekerjaan baru tetaplah fleksibel dan berpikiran terbuka dengan hal-hal baru di sekitarmu. Hal lain yang tak kalah penting adalah berhenti membandingkan pekerjaan barumu dengan pekerjaan sebelumnya. Pada dasarnya, fleksibelitas adalah cara terbaik untukmu menjadi lebih resilient dalam karir dan pekerjaan. (*)

By Editor