JAKARTA – suksesmedia.id – Bagi kamu yang suka dengan film bergenre horror, maka film berjudul ‘Pabrik Gula’ bisa menjadi pilihan kamu saat ini. Dilansir dari berbagai sumber media, hingga kini di minggu pertama lebaran film besutan sutradara Awi Suryadi ini tengah naik daun di beberapa jaringan XXI dan CGV. Tak hanya itu, film yang mengambil setting dan latar di akhir tahun 90-an dan awal 2000-an ini sontak membuat khalayak dan penonton dibuat penasaran. Apalagi dengan situasi dan waktu yang dipilih juga sangatlah mendukung.
Pabrik gula merupakan film khas horror Indonesia yang mengusung tema kehidupan masyarakat kelas bawah di pedesaan dengan lika-liku hidup yang beragam. Kehidupan yang keras dan sulit agaknya telah membuat masyarakat di pedesaan bertaruh dan rela bekerja apa saja untuk tetap bertahan hidup. Film ‘Pabrik Gula’ diperankan oleh sejumlah aktor dan aktris yaitu Fadhil (Arbani Yasiz), Endah (Ersya Aurelia), Naning (Erika Carlina), Hendra (Bukie B. Mansyur), Rani (Azelia Putri), Wati (Wavi Zihan), Franky (Benedictus Siregar), Eko (Gilang Devialdy), Marni (Vonny Anggraini), Dwi (Arfi Alfiansyah).
Diangkat dan diinspirasi dari kisah nyata melalui utas di media sosial simpleman, film ini sontak membuat orang makin penasaran. Apalagi jika mengingat betapa film ini kental dengan unsur magis budaya jawa yang belakangan makin digandrungi oleh generasi muda. Menariknya, film yang mengambil tema kehidupan era awal tahun 2000-an ini menghadirkan tempat dan situasi pabrik gula yang tengah berjuang untuk bisa terus melanjutkan produksinya. Terlebih di tengah gempuran teknologi yang makin sulit tak terbendung oleh zaman.
Film ‘Pabrik Gula’ juga menghadirkan banyak kejutan di alur ceritanya. Film yang merupakan keluaran rumah produksi MD Picture ini juga mampu memberikan warna khasnya seperti film-film sebelumnya yang telah mereka produksi seperti misalnya KKN Desa Penari dan Badarawuhi. Dikisahkan dalam film ini, para pekerja di pabrik gula mendapatkan terror dari para demit yang menghuni di pabrik gula tersebut. Hal ini disebabkan oleh adanya pegawai yang melanggar pantangan dan tidak boleh dilakukan sehingga para demit penghuni pabrik gula tersebut murka.
Penuh Jumpscare dan Kejutan
Dengan respon yang cukup antusias di kalangan penonton, terutama pada penonton muda film ‘Pabrik Gula’ menjadi film yang cukup layak untuk ditonton. Bahkan tercatat, sejak tanggal 06/03/2025 jumlah penonton film ini telah mampu menembus angka lebih dari 2 juta penonton. Fakta ini seolah menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia masih gemar dan suka dengan tema film bergenre horror atau pun misteri.
Namun, sejumlah penikmat film horror menyatakan film ‘Pabrik Gula’ yang dibuat dalam dua versi (uncut dan cut) ini terlalu banyak menghadirkan jumpscare, sehingga mengurangi esensi dan cerita yang sebenarnya. Kehadiran jumpscare yang berlebihan justru menjadikan film ini terkesan hanya mengejutkan penonton saja. Padahal, film ini sesungguhnya bisa dikemas dengan alur cerita yang sangat epic dan lebih dramatis. Diluar kritik sejumlah penonton, mengenai film ‘Pabrik Gula’ film dengan durasi kurang lebih 133 menit ini pantas untuk kamu nikmati. Namun, kamu harus siap-siap dengan sejumlah jumpscare yang nanti tiba-tiba muncul ya…(*)
