JAKARTA – Suksesmedia.id – Pernahkah kamu merasakan bahwa makin bertambah usiamu, justru linkar pertemananmu semakin berkurang? Jika hal itu terjadi sebenarnya merupakan hal yang wajar dan sangat mungkin bisa terjadi. Alih-alih kamu resah, maka fenomena ini merupakan hal yang bisa dimaklumi. Nah jika kamu adalah bagian dari orang yang merasa semakin berkurang lingkaran pertemanannya, maka ada baiknya mulai saat ini berusaha untuk beradaptasi.

Mira (36) tahun misalnya. Seorang pegawai swasta dan masih lajang, merasakan bahwa belakangan ini lingkaran pertemanannya mulai berkurang atau tak lagi sebanyak dulu. Dalam pemikirannya, mungkin hal ini disebabkan banyak temannya yang sudah menikah dan sibuk mengurus keluarga masing-masing. Artinya, prioritas mereka lebih banyak fokus pada hal-hal yang mengedepanakan keluarga masing-masing. Apakah hal ini salah? Tentu saja tidak, sebab setiap orang memiliki prioritas masing-masing dalam rangka melanjutkan kehidupan mereka. Termasuk dalam hal memilih pertemanan.

Menurut Robin Dunbar, ilmuwan Psikologi dari University of Oxford, pada dasarnya ada jumlah hubungan sosial dan interaksi yang harus dibatasi untuk menjaga relasi sosial agar tetap sehat dan nyaman. Tak hanya itu, relasi yang sehat dan nyaman di usia dewasa juga menekankan pada konsep low maintenance friendship yang menyebutkan bahwa hubungan yang tak terlalu membutuhkan pemeliharaan secara intens justru lebih sehat karena satu sama lain menghargai batasannya. Nah berikut ini adalah tiga manfaat low maintenance friendship yang wajib kamu ketahui:

Mengurangi Tekanan Sosial

Low maintenance friendship menjadikan seseorang yang saling membangun hubungan pertemanan tanpa merasa tertekan satu-sama lainnya. Hal ini disebabkan dalam praktek hubungan pertemanan ini, mereka justru tidak merasa terbebani untuk secara intens berinteraksi atau merespon segala hal segera. Dalam konsep relasinya, masing-masing merasa bahwa menghargai privasi dan kebutuhan masing-masing justru merupakan hal yang utama. Namun, bukan berarti mereka tidak terhubung sama sekali. Pola relasi yang terjalin justru lebih bersifat casual namun tetap mengedepankan respect mutualism. Artinya, tidak masalah jika tidak terlalu sering bertemu satu sama lainnya karena kesibukan, namun hubungan pertemanan tetap dalam terjalin secara natural.

Bertahan Lebih Lama

Pola hubungan pertemanan yang mengedepankan low maintenance lebih diterjemahkan sebagai bagian dari relasi pertemanan yang tidak adanya tuntutan berlebihan. Artinya, masing-masing berhak untuk memiliki ruang hidup sendiri masing-masing. Menariknya, justru dengan model pertemanan seperti ini menjadikan hubungan pertemanan lebih jarang mengalami konflik atau gesekan yang justru hanya akan bermuara pada permusuhan satu sama lain. Apalagi di tengah hubungan ini, masing-masing masih bisa berkomunikasi melalui media sosial atau berkirim pesan satu sama lain. Jadi tidak ada salahnya jika kamu merasakan bentuk pertemanan ini sesungguhnya bisa tetap dekat dan hangat, meksipun jarang bertemu secara langsung.

Mencerminkan Kepercayaan yang Kuat

Dalam pertemanan, sesungguhnya kedekatan tidak serta-merta diukur dari tinkat seringnya bertemu satu sama lainnya. Namun, keinginan untuk menghormati satu sama lain, dan memberikan batasan yang bisa diharga justru menjadikan hubungan terjalin secara natural, sehingga kepercayaan dapat terbangun secara kuat. Bayangkan saja setelah sekian lama bertemu, begitu berinteraksi dan berjumpa hubungan tetap terkoneksi, hangat dan nyambung dalam satu frekuensi. Tanpa harus basa-basi dan menjelaskan panjang lebar, kamu tetap bisa berinteraksi dalam kondisi yang nyaman dan hangat. Masing-masing pun tetap bisa memberikan dukungan meskipun melalui pesan singkat dan media sosial yang terkoneksi. Menyenangkan bukan? (*)

By Editor