JAKARTA – suksesmedia.id – Semakin padatnya kegiatan dan aktivitas dalam keseharian, sedikit banyak ikut berdampak bagi makin mudahnya tubuh didera kelelahan. Apalagi jika kamu adalah orang yang aktif bergerak dan beraktivitas di luar ruanga. Paparan sinar matahari, udara panas dan polusi udara tak jarang telah membuat kamu mudah lelah dan mengalami penurunan daya tahan tubuh. Akibatnya, kamu justru menjadi mudah sakit.
Menariknya, untuk mencegah agar tubuh tetap bugar dan tak mudah sakit, banyak orang justru menambah asupan vitamin dengan mengonsumsi obat atau multivitamin. Tentu saja agar daya tahan tubuh tetap prima dan terjaga, sehingga badan jadi bugar dan bisa beraktivitas dengan baik. Namun sayangnya, sebagian kalangan masih percaya dengan sejumlah mitos yang kurang tepat mengenai konsumsi multivitamin. Akibatnya mereka justru enggan atau tidak mau konsumsi multivitamin dengan alasan ketergantungan ataupun adiksi. Nah berikut ini adalah lima mitos salah mengenai multivitamin yang wajib kamu ketahui:
Makin Tinggi Dosis Vitamin Makin Sehat Tubuh
Banyak orang yakin bahwa mengonsumsi multivitamin dosis tinggi justru akan menambah tubuh sehat dan kuat. Padahal, anggapan ini justru salah kaprah. Faktanya, konsumsi multivitamin yang berlebihan justru akan berdampak buruk bagi kesehatan. Beberapa organ tubuh, justru sangat rentan mengalami gangguan terhadap vitamin dosis tinggi. Misalnya, konsumsi vitamin A dosis tinggi justru berbaya terhadap gangguan hati. Selain itu, konsumsi vitamin C yang terlalu banyak justru dapat merusak organ ginjal. Sementara itu, konsumsi vitamin E dosis tinggi justru akan memicu terjadinya stroke.
Multivitamin Bisa Cegah Semua Penyakit
Beberapa iklan atau testimoni menyebut bahwa multivitamin bisa mencegah kanker, serangan jantung, hingga memperpanjang umur. Sayangnya, tidak ada bukti ilmiah kuat yang mendukung klaim ini secara umum.
Menurut studi besar dari Harvard School of Public Health dan National Institutes of Health (NIH), konsumsi multivitamin tidak secara signifikan mengurangi risiko penyakit kronis, kecuali pada kelompok dengan kekurangan zat gizi tertentu.
Di sisi lain, kondisi setiap orang justru berbeda, sehingga konsumsi multivitamin hendaknya sesuai dengan takaran maupun anjuran dari dokter. Nah jika kamu ingin konsumsi multivitamin, ada baiknya disesuaikan dengan kebutuhan tubuh dan tentu saja disarankan berkonsultasi dengan dokter agar tidak membahayakan kesehatan.
Multivitamin Aman Dikonsumsi Semua Usia
Menjamurnya berbagai iklan multivitamin dan propaganda di media sosial, sedikit banyak telah berdampak buruk pada konsumsi multivitamin. Banyak orang beranggapan multivitamin dapat dikonsumsi oleh semua usia. Padahal, sesungguhnya multivitamin tidak lantas aman bagi semua usia. Tidak semua usia memiliki kebutuhan vitamin yang sama. Anak-anak, remaja, dewasa, hingga lansia punya kebutuhan nutrisi berbeda. Beberapa multivitamin dewasa mengandung dosis tinggi yang tidak cocok untuk anak-anak dan justru bisa berbahaya jika dikonsumsi terus-menerus. Misalnya, Zat besi dalam dosis tinggi bisa menyebabkan keracunan pada anak-anak jika dikonsumsi berlebihan.
Kalau Terbuat dari Bahan Alami, Pasti Aman
Masyarakat seringkali terperdaya dengan label multivitamin berbahan alami dan herbal yang konon katanya aman untuk dikonsumsi. Padahal, tidak semua bahan herbal dan alami itu aman untuk semua orang. Ingatlah bahwa setiap orang memiliki kondisi tubuh yang berbeda-beda. Label “alami” atau “herbal” bukan jaminan suatu produk multivitamin bebas efek samping. Banyak bahan alami yang bisa berinteraksi dengan obat, menyebabkan alergi, atau memiliki efek toksik bila dikonsumsi berlebihan. Misalnya, Ekstrak tanaman seperti ginseng atau St. John’s Wort dalam beberapa multivitamin bisa mengganggu kerja obat antidepresan atau tekanan darah. Jadi jangan mudah termakan propaganda di media sosial ya…
Multivitamin Bisa Langsung Memberikan Asupan Energi
Dengan mengonsumsi multivitamin tak lantas membaut kamu bisa langsung berenergi seketika. Apalagi jika kamu adalah orang yang mengalami gangguan metabolism. Multivitamin bukan suplemen energi seperti kafein atau minuman berenergi. Misalnya, meskipun vitamin B kompleks berperan dalam metabolisme energi, mereka tidak “memberi tenaga instan” jika tubuh tidak kekurangan vitamin tersebut.
Jadi, jika kamu merasa lesu, lebih baik periksa pola tidur, hidrasi, atau konsumsi makananmu — bukan langsung minum multivitamin. (*)