JAKARTA – suksesmedia.id – Jika kamu baru saja mengalami pemutusan hubungan kerja, atau resign dari pekerjaanmu lantaran tidak kuat bertahan, bukan berarti karirmu berhenti. Percayalah bahwa di tengah kondisi ekonomi yang sedang tidak baik-baik saja, masih ada tersisa secercah harapan bagimu untuk bangkit kembali mendapatkan karimu.

Namun tahukah kamu bahwa meniti karir saat ini bukanlah hal yang mudah? Apalagi jika kamu masih di level junior atau bahkan entry level. Tak jarang kamu harus jatuh bangun, mengirim puluhan bahkan ratusan lamaran kerja, sekadar untuk mendapatkan pekerjaan untuk menyambung hidup. Oleh sebab itu dibutuhkan kesabaran dan keuletan yang konsisten agar kamu dapat bangkit setelah kamu terpuruk dalam pekerjaanmu. Nah berikut ini adalah enam langkah yang wajib kamu lakukan jika kamu ingin bangkit dari keterpurukan hidup, terutama berkaitan dengan karir dan pekerjaan:

Terima Emosi dan Jangan Menyangkalnya

Gagal dan sukses adalah hal yang sangat wajar di dalam hidup ini. Apalagi jika dikaitkan dengan pekerjaan ataupun karir. Nah jika kamu sedang tidak baik-baik saja seperti sedih, kecewa dan ingin marah, maka ada baiknya untuk menerima emosi tersebut. Sebab, makin kamu ingin menolak emosi tsb, maka akan semakin parah kondisi mental maupun psikismu. Hal ini selaras dengan apa yang dikemukakan oleh Goleman bahwa menerima apa pun bentuk emosi itu, justru akan membuatmu lebih reflektif akurat dalam mengambil keputusan selanjutnya bagi hidupmu.

Evaluasi Diri Secara Obyektif Jangan Emosional

Saat kamu memutuskan resign dari pekerjaan kantor, tak jarang kamu menyalahkan kondisi kantor yang tidak ideal, misalnya bos yang terlalu sering memerintah, rekan kerja yang kurang support atau bahkan perushaan yang kurang sehat versi kamu. Padahal, kenyataanya tidak ada kondisi yang ideal di dunia kerja. Setiap pekerjaan dan bidang industri memiliki dinamika dan tantangan sendiri yang harus dilalui serta diselesaikan. Menurut Marcus Buckingham, seorang pakar bidang karir dan pengembangan diri menyebutkan bahwa refleksi jujur sebagai fondasi pengembangan kompetensi. Jadi sebelum menjadi orang yang sering melakukan playing victim lebih baik instrospeksi diri dulu ya…

Cobalah Memisahkan Kegagalan dengan Harga Diri

Tahukah kamu bahwa kegagalan adalah bagian dari proses kehidupan. Orang yang tidak pernah gagal bisa jadi tidak pernah melakukan apa pun. Jika kamu gagal, bukan berarti kamu memiliki harga diri yang rendah. Bisa jadi kegagalanmu adalah guru terbaik untuk mencapai keberhasilan selanjutnya. Jadi, alih-alih meratapi nasib cobalah untuk menerima dan memisahkan diri dari kegagalan dengan rendahnya harga diri maupun percaya diri.

Mengambil Hikmah Dari Setiap Kegagalan

Carol Dweck seorang Profesor Psikologi dari Stanford University menyatakan bahwa orang-orang yang memiliki mindset untuk tumbuh dan berkembang, akan lebih mudah berhasil dalam pekerjaan maupun karirnya. Selain itu, mereka juga akan lebih mudah adaptif ataupun resilien jika menghadapi kegagalan. Faktanya, jika kamu berhasil bangkit dari kegagalan yang telah membuatmu sempat terpuruk, maka sudah dapat dipastikan kamu akan menjadi lebih kuat dan terlatih untuk menerima hal-hal yang tidak menyenangkan dalam hidup. Misalnya, karir yang stagnan, gaji yang tidak sesuai harapan atau bahkan mungkin lingkungan kerja yang tidak mendukungmu. Apalagi jika kamu mampu mengambil hikmah dari seluruh kegagalan dalam hidupmu.

Tetapkan Ulang Tujuan Karirmu dan Segera Bertindak

Tujuan tanpa tindakan hanya akan menjadikanmu sebagai orang yang hidup dalam angan-angan belaka. Apalagi jika hal tersebut sering kamu lakukan. Memiliki tujuan yang jelas dan realistis adalah salah satu cara agar kamu bisa move on dari kegagalan. Misalnya, kamu sebelumnya adalah Manager Marketing dan Komunikasi di perusahaan lama, namun karena dampak rasionalisasi kamu akhirnya harus terkena lay off. Sayangnya meskipun sudah mencari pekerjaan di posisi yang sama kamu belum mendapatkannya. Nah jika kamu tidak punya tujuan yang jelas dan pasti, kamu hanya akan mengulur waktu menganggurmu saja. Artinya, jika kamu memiliki peluang untuk mendapatkan pekerjaan sejenis meskipun bukan untuk posisi manajer cobalah tetap realistis untuk menerimanya.

Cari Mentor dan Support System

Keberhasilan dalam karir dan pekerjaan tidak lepas dari peran mentor yang membimbingmu. Melalui mentor dengan kompetensi dan pengalaman maupun jam terbang lebih banyak, kamu akan mendapatkan banyak pelajaran dalam karir dan pekerjaanmu. Selain itu, cobalah berpikiran terbuka agar semua informasi dan pengetahuan dapat diserap secara maksimal sehingga dapat menjadikanmu makin sukses bersinar di kemudian hari atas bimbingan dari mentormu. Martin E. P. Seligman psikolog Amerika, mantan Presiden American Psychological Association (APA), dan dikenal sebagai Bapak Psikologi Positif menyatakan bahwa proses berkembang justru lebih penting dari sekadar label pintar dan cerdas. Jadi tunggu apa lagi berusahalah untuk mencari mentor yang tepat dan bisa membimbingmu dalam karir dan pekerjaan. (*)

By Editor