JAKARTA – suksesmedia.id – Jika kamu gemar menikmati film dengan genre roman kehidupan, maka film Sore: Istri Masa Depan adalah salah satu tayangan yang layak kamu tonton. Film yang sebelumnya pernah dibuat dalam bentuk web series ini, praktis menyita banyak penonton, terutama di kalangan anak muda. Betapa tidak, setelah film Sore ini tayang serentak di berbagai jaringan Bioskop tanah air, nyatanya sempat trending kurang lebih seminggu di media sosial X (twitter)

Beberapa penonton bahkan sempat menukil sejumlah adegan dan dialognya dalam sejumlah utasnya di media sosial. Film Sore, ditulis skenarionya oleh Yandy Laurens, seorang penulis skenario yang telah suskes menggarap sejumlah skenario bergenre cinta, sosial, sampai dengan drama kehidupan. Jika film Sore: Istri dari Masa Depan yang ditayangkan dalam web series dibintangi oleh Dion Wiyoko dan Tika Bravani, maka untuk versi cinema kali ini penampilan Tika Bravani justru digantikan oleh Sheila Dara. Namun banyak kalangan justru memuji film ini merupakan pengembangan dari web series yang telah tayang sebelumnya. Berikut ini adalah lima fakta menarik wajib kamu tahu mengenai film Sore: Istri Dari Masa Depan:

Penampilan Sheila Dara Tak Kalah Berkarater

Awalnya memang banyak penonton yang skeptis pada penampilan Sheila Dara yang menggantikan Tika Bravani dalam perannya sebagai Sore. Namun, ternyata dugaan penonton salah. Bahkan, Sheila Dara mampu menghadirkan karakter menonjol untuk sosok Sore yang berpenampilan cukup bersahaja. Karakter, Sheila Dara yang kuat justru mampu menghidupkan suasana yang awalnya kaku dan membosankan, justru berubah cair dan mengalir. Hal ini dapat terlihat pada sejumlah adegan dengan Dion Wiyoko yang berperan sebagai Jonathan.

Alur Mundur Bikin Penasaran

Film Sore: Istri Dari Masa Depan merupakan film dengan alur mundur dan mengajak para penonton untuk flash back ke belakang maupun merenung. Beberapa adegan tampak menyajikan dialog yang berulang-ulang dan kadang membuat penonton jengah dengan tayangannnya. Film ini sepertinya ingin memberikan pesan kepada para penonton mengenai pentingnya mencintai diri sendiri, dengan senantiasa menjaga kesehatan dan tetap menerima apa pun keadaan maupun situasi hidup yang tengah dialami. Kisah film ini juga menyiratkan betapa manusia tidak bisa mengubah suratan takdir seseorang, jika yang bersangkutan dan Tuhan memang tidak ingin mengubahnya. Hal menonjol yang cukup kentara dalam film ini adalah betapa pun masa lalu ingin diubah oleh Sore pada suaminya Jonathan, tetap saja tidak bisa karena semua memang tergantung pada keinginan Jonathan sendiri.

Latar dan Setting Menawan

Film Sore: Istri dari Masa Depan mengambil setting di sejumlah tempat diantaranya adalah Gronjan dan Zagreb, Kroasia; Kemi, Finlandia dan Tebet, Jakarta Indonesia. Kalau kamu cukup jeli melihat tayangan dan adegan demi adegan di film ini, tampak jelas penggambaran suasana maupun setting film yang selaras dengan alur ceritanya. Sosok Jonathan yang tengah mengalami pergumulan luka bathin karena inner child yang terluka senada dengan beberapa latar setting adegan seperti salju, kesunyian, hujan dan suasana Gronjan dan Zegreb yang tenang serta sunyi. Sementara itu, adegan demi adegan hingga dialog yang berlangsung antara Sore dan Jonathan seolah ingin menyiratkan betapa Jonathan belum mampu mengobati luka jiwa masa kecilnya karena ditinggalkan oleh ayahnya.

Dialog Sarat Makna

Kalau kamu adalah orang yang gemar melakukan deep talk dengan pasangan, keluarga dan sahabat terdekatmu maka saat menikmati film Sore: Istri Dari Masa Depan Ini, seolah kamu akan disadarkan mengenai pentingnya makna hidup. Beberapa dialog antara Sore dan Jonathan sejatinya ingin memberikan gambaran bahwa kebermaknaan hidup bisa dimulai dari hal-hal sederhana yang kadang luput dari perhatian kita. Di sana juga digambarkan bahwa rasa kecewa, sedih dan kehilangan adalah bagian dari proses hidup yang tidak bisa dikesampingan begitu saja. Sebab hal tersebut akan menghampiri setiap manusia pada masanya.

Tiga Hal Tidak Bisa Diubah

Pada beberapa adegan Sore kerap kali ingin mengubah masa lalu agar bisa kembali menikmati kebersamaan dengan suaminya Jonathan. Adegan yang tergambar dalam putaran waktu dan flash back seolah ingin menyajikan betapa Sore sangat ingin mengubah masa lalu dan rasa sakit yang dialami oleh Jonathan dengan menyarankan Jonathan untuk tetap hidup sehat dan berdamai dengan luka jiwanya. Namun hal tersebut urung terjadi karena takdir memang tidak bisa diubah oleh manusia jika manusia dan Tuhan tidak berkenan mengubahkanya. Film ini juga menyampaikan pesan penting bahwa ada tiga hal yang tidak bisa diubah yaitu masa lalu, rasa sakit atau luka serta kematian. Jadi gimana menurutmu? Menarik bukan. (*)

By Editor