JAKARTA – suksesmedia.id – Kehidupan kota metropolis memang telah menjadi daya tarik bagi banyak orang. Apalagi jika mengingat sejumlah fasilitas, sarana maupun pransarananya yang lengkap dan mudah untuk diakes. Namun, dibalik lengkapnya fasilitas dan hingar-bingar kota besar, tak sedikit juga orang yang harus berjuang mengais rezeki, sekadar untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Betapa tidak, suka atau pun tidak biaya hidup di kota besar tidaklah murah. Apalagi jika mengingat inflasi yang terus kian merangsek naik. Belum lagi harga kebutuhan rumah tangga yang tak kalah tinggi.
Menariknya, meskipun biaya hidup kian menjulang buktinya, masyarakat kita tetap gemar melakukan urbanisasi dari daerah ke pusat-pusat kota yang merupakan sentral perekonomian. Daya tarik yang memukau dengan fasilitas dan kehidupan hedonis yang memanjakan masyarakat, sedikit banyak telah menjadi pendorong masyarat Indonesia untuk berpindah, mencari pekerjaan, hingga mengadu nasib di sejumlah kota besar seperti Jakarta, Makasar, Surabaya dan kota besar lainnya. Nah berikut ini adalah lima kota besar dengan biaya hidup termahal di Indonesia yang telah dirangkum dari berbagai sumber:
Jakarta
Jakarta merupakan kota dengan biaya hidup termahal dan menduduki peringkat pertama. Sebagai ibu kota negara saat ini, untuk hidup layak dan nyaman di Kota metropolis ini setidaknya dibutuhkan sekitar Rp 14,8 juta/ bulan agar dapat memenuhinya. Sayangnya, Upah Minimum Regional (UMR) yang diperoleh hanyalah sekitar Rp 5,39 juta. Tentu saja, nilai upah ini tak cukup memadai untuk hidup layak dan sejahtera di kota yang kini menjadi salah satu kota dengan transportasi terbaik di Indonesia ini. Belum lagi jika mengingat biaya bahkan pokok, pendidikan, perumahan dan kesehatan yang tidak murah, maka praktis Jakarta adalah kota dengan biaya hidup termahal. Bahkan kota Jakarta juga dinobatkan sebagai salah satu dari sepuluh kota dengan biaya hidup termahal di Asia.
Bekasi
Sebagai kota penyangga Bekasi adalah kota dengan biaya hidup termahal kedua di Indonesia setelah Jakarta. Dilansir dari Badan Pusat Statistik (BPS), Bekasi memiliki Upah Minimum Regional (UMR) lebih tinggi jika dibandingkan dengan Jakarta yaitu Rp 5,69 juta. Namun, untuk tetap hidup layak dan nyaman setidaknya dibutuhkan anggaran sekitar 14,3 juta agar keluarga dapat hidup layak dan nyaman sesuai standar yang dietapkan. Sebagai kota industry dan merupakan kota penyangga, Bekasi memang sudah lama menduduki kota dengan satelit dengan dengan biaya cukup mahal seperti biaya sewa rumah, biaya akomodasi dan biaya lainnya.
Surabaya
Surabaya merupakan kota penyangga dari kota sekitarnya yaitu Malang dan Sidoarjo. Banyaknya, Kawasan industry, pabrik dan sarana hiburan di Surabaya lengkap dengan fasilitas penunjangnya, menjadikan kota Surabaya sebagai kota dengan biaya hidup termahal ketiga setelah Bekasi. Kota Surabaya yang merupakan Central Business District (CBD) dari sejumlah kota di daerah sekitarnya, menyebabkan biaya konsumsi masyarakat lebih mahal jika dibandingkan dengan kota pinggiran di sekitarnya. Jadi jangan heran jika saat kamu berkunjung ke Surabaya, biaya yang kamu keluarkan tidak murah, meskipun Upah Minimum Regional (UMR) di kota tersebut masih tergolong lumayan yaitu sebesar Rp 4,9 juta.
Depok
Depok, kota yang dikenal sebagai rumah bagi Universitas Indonesia dan kawasan hunian nyaman bagi para komuter, kini tak lagi identik dengan kehidupan hemat. Di balik hiruk-pikuk Jalan Margonda dan ramainya kafe kekinian, tersimpan fakta menarik: biaya hidup di kota ini sudah menyaingi kota-kota besar lain di Indonesia.
Hal ini disebabkan, posisinya sebagai kota penyangga Jakarta membuat Depok jadi pilihan favorit ribuan pekerja ibu kota. Akses tol, KRL, hingga LRT Jabodebek semakin meningkatkan daya tariknya. Namun, kenyamanan ini datang dengan harga tinggi: sewa hunian dan kontrakan terus merangkak naik.
Di sisi lain, Depok bukan hanya kota para komuter, tetapi juga kota pendidikan. Universitas Indonesia dan sederet kampus ternama lainnya membawa ribuan mahasiswa dari seluruh Indonesia. Dampaknya, bisnis kos-kosan, kafe, dan hiburan tumbuh pesat—dan bersamaan dengan itu, biaya hidup pun ikut melonjak.
Makasar
Makassar merupakan kota yang terkenal dengan kuliner coto Makassar dan pemandangan Pantai Losari, kini menyandang predikat sebagai salah satu kota dengan biaya hidup tertinggi di Indonesia. Di balik pesona sunset dan geliat bisnis di timur Indonesia, ada cerita tentang harga-harga yang membuat kantong cepat terkuras.
Hal ini disebabkan Makassar bukan sekadar ibu kota Sulawesi Selatan. Kota ini adalah jantung ekonomi Indonesia Timur, pusat perdagangan, jasa, dan pelabuhan besar. Aktivitas bisnis yang tinggi membuat permintaan properti, bahan pokok, dan jasa melonjak—dan itu berdampak langsung pada biaya hidup.
Berbeda dengan kota di Pulau Jawa, distribusi barang ke Makassar membutuhkan ongkos besar. Banyak barang kebutuhan, termasuk produk konsumsi dan material bangunan, harus dikirim melalui jalur laut atau udara. Akibatnya, harga barang sehari-hari pun ikut melambung. Jadi tidaklah mengherankan jika biaya hidup di Makasar tergolong mahal (*)